Belajar Copywriting untuk Pemula Secara Lengkap

 Belajar Copywriting untuk Pemula Secara Lengkap
Share To:

Belajar copywriting untuk pemula Mungkin istilah copywriting sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Tetapi tidak sedikit juga yang ternyata belum tahu perbedaan antara copywriting dan content writing. Untuk tahu perbedaannya dan menambah ilmu seputar copywriting, mari kita lihat penjelasan berikut. 

Pengertian Copywriting

Copywriting merupakan salah satu skill yang penting untuk dimiliki bagi orang yang ingin mengembangkan bisnisnya di era digital. Copywriting pada dasarnya bertujuan untuk memasarkan suatu produk atau layanan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. 

Tulisan-tulisan yang dibuat oleh seorang copywriter harus tetap singkat. Namun, bisa meningkatkan brand awareness dari suatu perusahaan yang diharapkan mampu mendapatkan respons dari audiens. 

Seiring berjalannya waktu, copykonten berupa kata-kata—yang dibuat tidak hanya berupa tulisan, tetapi mampu dikembangkan ke bentuk lainnya seperti video maupun podcast. Karena copywriting masih masuk dalam kategori tulis menulis, tidak sedikit orang yang mengira bahwa content writing dan copywriting merupakan hal yang sama. 

Belajar Copywriting untuk Pemula

Perbedaan antara Copywriting dan Content Writing

Copywriting sendiri memiliki tujuan komersial, copy yang dibuat bersifat persuasif agar mampu menarik konsumen untuk menggunakan produk maupun layanan yang ditawarkan. Copywriting erat kaitannya dengan user experience, dengan melakukan riset terhadap pengalaman pengguna, seorang copywriter harus bisa menyesuaikan kontennya dengan pengguna.

Di sisi lain, tulisan yang dibuat oleh seorang content writer pada umumnya berbentuk artikel yang bersifat informatif, edukatif, ataupun menghibur. Seorang content writer harus bisa mengoptimalisasi penggunaan SEO (Search Engine Optimization) dengan mencantumkan keywords yang relevan agar tulisannya mampu mencapai audiens yang menjadi target sasaran.

Dari segi media pemasaran yang digunakan juga sedikit berbeda, yang mana seorang copywriter lebih berfokus pada penulisan untuk Ads, e-mail, dan newsletter, sedangkan seorang content writer cenderung berfokus pada penulisan untuk artikel website. 

Copywriting untuk Pemula

Sebelum mulai menulis, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan agar copy yang dibuat semakin efektif dalam menarik respons dari audiens. Berikut merupakan apa saja yang harus Anda ketahui sebagai seorang copywriter.

  1. Pahami Target Audiens Anda

Memahami target audiens mampu membantu Anda menyesuaikan dan memaksimalkan konten yang dibuat nantinya. Tahap pertama sebelum merencanakan sebuah konten, pastikan Anda melakukan riset pelanggan terlebih dahulu yang meliputi faktor demografis, minat dan perilaku, serta key touchpoints. 

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai faktor-faktor tersebut bisa lihat Cara menentukan Strategi Digital Marketing yang Tepat. (link)

  1. Lakukan Analisis Trend

Trend sendiri merupakan gejala sosial yang mendominasi topik perbincangan di kalangan masyarakat. Dari waktu ke waktu, trend akan selalu berubah sesuai dengan prioritas masyarakat pada masa tersebut. Sebagai seorang copywriter, copy yang dibuat sesuai dengan trend saat itu mampu meningkatkan respon dari audiens.

  1. Perhatikan Kompetitor Anda

Dalam dunia usaha, sudah pasti terdapat kompetisi dari perusahaan lain yang beroperasi pada sektor yang serupa. Sama seperti Anda, kompetitor akan melakukan analisis trend dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk Anda memperhatikan gerak-gerik kompetitor dan menjadikan konten kompetitor sebagai bahan evaluasi bagi konten mendatang Anda sehingga konten yang Anda buat lebih lengkap dan menarik untuk target pasar Anda.

Formulasi AIDA 

Bagi Anda yang baru ingin memulai menulis copy, Anda bisa menggunakan rumus AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam membuat kerangka copy yang akan Anda buat. 

  1. Attention

Buat headline Anda semenarik mungkin untuk memikat perhatian dari target audiens Anda. 

  1. Interest

Masukkan statement yang sekiranya mampu menarik perhatian target audiens Anda untuk menggunakan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Anda bisa menyebutkan fitur atau keuntungan dari produk Anda.

  1. Desire

Serupa namun tak sama dengan Interest, Desire lebih berfokus pada statement yang menyatakan bagaimana produk atau layanan yang Anda tawarkan mampu menyelesaikan permasalahan dari target audiens Anda.

  1. Action

Pada bagian ini dapat diisi dengan CTA (Call to Action). Anda bisa memasukkan kontak atau media sosial yang bisa dihubungi oleh target Audiens untuk menggunakan produk maupun layanan Anda. 

Tugas sebagai seorang copywriter memang tidak semudah yang Anda bayangkan. Kemampuan untuk berpikir secara kreatif dan solutif serta ketertarikan terhadap user experience sangat diperlukan, tetapi jangan takut untuk mencoba.

Dengan terus berlatih, Anda lebih bisa menyesuaikan tipe konten manakah yang efektif kedepannya untuk menarik target audiens. Jika Anda ingin tahu lebih dalam seputar Copywriting dan Digital Marketing, silahkan kunjungi eventjournal.id, temukan informasi terbaru dan menarik lainnya.

Penulis: Anargya Dafnie Athaya
Editor: Kurnia Alif

Post Terbaru

  • MAXIMA 2022

  • OPTIMALKAN MOMENTUM PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA, GARUDA INDONESIA KEMBALI GELAR GATF 2022, HADIRKAN POTONGAN HARGA HINGGA 80%

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published.