Arti, Contoh, dan Cara Membuat Portofolio yang Menarik

 Arti, Contoh, dan Cara Membuat Portofolio yang Menarik
Share To:

Cara Membuat Portofolio yang Menarik – Mungkin saat ini Anda sedang bingung bagaimana cara membuat portofolio yang menarik agar mudah diterima kerja. Jangan cemas, Anda dapat melihat contoh serta cara membuat portofolio di artikel ini!

Bagi Anda yang penasaran, mari simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Portofolio?

Portofolio adalah kumpulan dari beberapa hasil karya yang dimiliki seseorang dan didokumentasikan. Portofolio bertujuan untuk menunjukan perkembangan atau pengalaman seseorang dalam bentuk nyata.

Ketika hendak melamar kerja, tak jarang perusahaan meminta pelamar untuk melampirkan portofolio, terutama untuk posisi-posisi yang banyak membutuhkan hard skill. Seperti graphic designer, UI-UX designer, fotografer, videografer, jurnalis, dan sebagainya.

Perbedaan Portofolio dengan CV

Banyak orang yang masih keliru dan mengira bahwa portofolio dan Curriculum Vitae (CV) serupa. Padahal keduanya amat berbeda loh, berikut perbedaan antara portofolio dan CV.

PortofolioCV
Bertujuan untuk menunjukkan hasil karya dari pengalaman kerja atau karya yang pernah Anda buatBertujuan untuk menginformasikan data pribadi umum dan data pribadi khusus seperti pengalaman kerja
Dibuat dengan jelas, rinci dan tidak terbatas pada jumlah halamanDibuat secara jelas, singkat dan padat. Jumlah halaman yang baik umumnya 1-2 halaman saja.
Dibuat untuk membuktikan deskripsi yang ditampilkan di CVDibuat untuk menarik perhatian rekruter

Cara Membuat Portofolio yang Menarik

Membuat portofolio yang baik dan menarik dapat dilakukan asal paham apa saja yang harus Anda masukkan. Berikut kami rangkum beberapa cara membuat portofolio menarik untuk Anda!

Baca juga: Campaign Volunteer Ngapain Aja? Ketahui Arti dan Tugasnya

1.      Cantumkan keterampilan yang Anda miliki

Masukan semua skill atau keterampilan yang Anda kuasai. Seluruh kemampuan yang Anda cantumkan tentu harus disertakan dengan bukti hasil karya.

Misalnya, Anda ingin melamar sebagai seorang fotografer. Anda dapat membuat portofolio dengan menuliskan keterampilan fotografi dan beberapa keterampilan lain yang mendukung pekerjaan tersebut.

Contohnya, kemampuan mengedit foto menggunakan software editing seperti Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, Snapseed, dan sebagainya.

Selain kemampuan utama sebagai seorang fotografer, Anda juga dapat mencantumkan kemampuan lain yang akan menunjang pekerjaan Anda nantinya. Seperti videografi, video editing, dan sebagainya.

2.      Pilih hasil karya terbaik

Tanpa adanya bukti hasil karya, portofolio tidak akan lengkap. Justru bukti ini menjadi elemen paling penting dalam sebuah portofolio.

Dengan hasil karya yang Anda tunjukan, rekruter dapat menilai sendiri apakah hasil karya Anda cocok atau dibutuhkan suatu perusahaan.

Meski tidak ada batas halaman, terlalu banyak halaman juga akan menyulitkan dan menyita waktu rekruter. Pilihlah hasil karya yang terbaik untuk kamu cantumkan di portofolio.

Hasil karya terbaik dapat menurut diri Anda sendiri, impresi dari orang di sekitar, klien yang pernah bekerja sama dengan Anda, atau audiens yang menjadi target Anda.

Yang paling penting hasil karya tersebut adalah buah karya pribadi Anda, bukan meniru karya orang lain.

3.      Cantumkan testimoni klien terdahulu

Testimoni memang bukan merupakan elemen wajib dalam portofolio, namun hal ini dapat menjadi nilai plus untuk Anda.

Para rekruter dapat melihat bagaimana kinerja Anda dalam menyelesaikan berbagai proyek yang pernah diambil.

Anda dapat mencantumkan testimoni klien-klien yang pernah bekerja sama dengan Anda agar menciptakan kesan positif bagi sosok Anda di mata rekruter.

4.      Lampirkan data diri Anda

Meskipun portofolio adalah hasil dokumentasi karya dan prestasi, memasukkan data diri Anda tetap penting agar rekruter tahu kemana harus menghubungi Anda lebih lanjut.

Tidak perlu menuliskan secara lengkap, cukup berikan informasi penting seperti nama, e-mail, nomor telepon dan domisili Anda.

Bagi pelamar online, mencantumkan domisili merupakan hal penting yang umumnya dipertimbangkan rekruter.

5.      Buat secara ringkas dan jelas

Masukan informasi-informasi yang penting saja dalam portofolio Anda. Fokus pada informasi yang ingin kamu sampaikan, bukan yang lain.

Agar tidak terlalu penuh atau padat informasi, Anda dapat memberikan link yang mengarah ke deskripsi lengkap dan kumpulan karya Anda yang lain.

Pastikan cuplikan karya Anda memang menarik sehingga rekruter penasaran dengan karya-karya Anda yang lain.

6.      Buat desain yang menarik secara visual

Desain portofolio merupakan hal penting yang perlu dipertimbangkan. Terlalu banyak memberikan ornamen dan kesalahan dalam pemilihan warna justru akan mendistraksi perhatian rekruter.

Buat desain yang sederhana namun terlihat elegan agar nyaman dilihat. Hindari warna yang terlalu cerah, warna latar yang menghalangi tulisan, dan penumpukan hasil karya yang terlalu padat.

Untuk mempermudah, Anda dapat menggunakan situs web untuk membuat portofolio secara daring. Terutama untuk Anda yang tidak begitu paham menggunakan software desain.

Selain mudah diakses, umumnya juga terdapat beberapa contoh dan template yang dapat Anda gunakan.

Website Untuk Membuat Portofolio Secara Online

Sampai di sini, Anda pasti sudah menyadari pentingnya portofolio dalam membangun karir yang Anda inginkan. Berikut ada 5 website yang dapat membantu Anda menyusun portofolio secara online dan gratis.

1.      Clippings.me

Situs web ini diperuntukkan bagi Anda yang merupakan penulis, jurnalis atau seorang blogger. Bagi seorang penulis, karya yang sudah dipublikasikan tentu sangat penting.

Baca juga: 5 Ide Team Building Online saat Kerja di Rumah

Pada situs web clippings.me, Anda dapat mendesain tampilan layout portofolio Anda sendiri. Anda juga dapat menempelkan alamat url artikel atau tulisan yang telah Anda publikasikan sebanyak-banyaknya.

Beberapa fasilitas ini tersedia secara gratis, namun untuk fasilitas yang lebih profesional Anda harus beralih ke premium ya!

2.      Deviantart

Situs ini tentu sudah tidak asing bagi Anda yang berprofesi sebagai artist, desainer, desainer grafis, dan fotografer. Deviantart memang diciptakan khusus untuk seniman yang ingin memamerkan karya-karyanya.

Membuat portofolio di situs ini akan sangat menguntungkan, karena penggunanya sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia. Hal ini akan membuat semakin banyak orang yang akan melihat portofolio Anda.

3.      Behance

Satu lagi platform yang sangat terkenal di kalangan pekerja seni, yakni Behance. Platform milik Adobe ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi hasil karya sebagai portofolio.

Hasil karya yang dimaksud dapat berupa foto, video, gambar, atau karya digital lainnya. Anda dapat mengelompokkan karya-karya tersebut sesuai kategori yang telah Anda tentukan.

Website ini dapat Anda gunakan juga sebagai media sosial, sebab Anda dapat mengikuti akun lain, melihat jumlah views dan likes, serta memberi umpan balik tentang karya-karya sesama pengguna.

4.      Thebestdesign

Seperti namanya, situs web yang satu ini memang diperuntukkan bagi desainer yang ingin membuat portofolio desain-desain terbaik.

Beberapa perusahaan biasanya mencari desain atau web desain terbaik di website ini. Tentunya Anda juga dapat melihat tren desain terbaru untuk dijadikan inspirasi.

5.      Journo Portfolio

Website ini umumnya digunakan oleh para penulis atau mereka yang bekerja menghasilkan tulisan.

Tidak jauh berbeda dengan Clippings.me, Anda dapat dengan mudah memasukkan tulisan dari situs lain dalam hanya dengan copy dan paste link tersebut.

Journo Portfolio akan secara otomatis mendeteksi judul, tanggal penerbitan, dan sebagainya.

6.      WordPress Portfolio

Bagi pengguna pemula yang belum pernah memiliki website, WordPress akan sangat mudah digunakan oleh bidang profesi apapun.

WordPress memungkinkan Anda untuk menciptakan situs portofolio Anda sendiri. Anda hanya perlu memberi nama domain yang berhubungan dengan portofolio Anda agar dapat mudah ditemukan perusahaan.

Anda juga dapat memilih tema wordpress sesuai dengan yang ingin Anda tampilkan.

Contoh Portofolio Lengkap

1.  Fotografer

portofolio yang menarik  untuk fotografer
Sumber: pinterest.com

2.  UI-UX Designer

portofolio yang menarik  untuk designer
Sumber: Uxfolio

3.  Writer

cara membuat portofolio writer
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

4.  Programmer

Sumber: pinterest.com

5.  Illustrator/Graphic Designer

Sumber: pinterest.com

Itulah penjelasan mengenai cara membuat portofolio yang menarik agar dilirik rekruter. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda para pelamar kerja ya!

Baca juga artikel lain seputar karir dan tips-tips dalam dunia kerja lainnya di website eventjournal.id!

Penulis: Annisa Aprilia
Editor: Kurnia Alif

Post Terbaru

  • MAXIMA 2022

  • OPTIMALKAN MOMENTUM PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA, GARUDA INDONESIA KEMBALI GELAR GATF 2022, HADIRKAN POTONGAN HARGA HINGGA 80%

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published.