Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) Kembali Diadakan untuk yang ke-11 Kalinya Tahun Ini

 Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) Kembali Diadakan untuk yang ke-11 Kalinya Tahun Ini

Rinaldy A. Yunardi – Mind Mapping about Rinaldy Yunardi (2019). Tampilan instalasi di ICAD X: Mind Mapping, dari Indonesian Contemporary Art & Design tahun 2019.

Share To:

ICAD XI akan mengarungi dunia pameran pasca-pandemi dengan konsep hybrid

Jakarta, Juni 2021 — Selama lebih dari satu dekade, tim di balik Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), yang terdiri dari beberapa arsitek dan desainer senior di bawah Yayasan Design+Art Indonesia, telah berkontribusi melalui keahlian mereka dengan menciptakan sebuah platform yang dimaksudkan untuk menjembatani seni, desain dengan berbagai disiplin ilmu; mulai dari fashion, film, perhotelan, F&B, dan lainnya. Dalam upaya bersama untuk mencapai hal ini, ICAD telah membangun pondasinya dengan menawarkan pameran dan program yang dikurasi, menyoroti berbagai kreasi dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Acara tahunan ICAD, bertempat di kawasan gaya hidup Jakarta, Kemang, menampilkan seniman, desainer, dan kreator lintas disiplin terkemuka dari seluruh dunia. ICAD juga bermitra dengan platform internasional bergengsi, seperti London Design Biennale, Superdesign Show,

dan La Biennale di Venezia, dalam hal kurasi dan menampilkan seni dan desain Indonesia kepada dunia.

Ketika COVID-19 memaksa dunia untuk membatasi aktivitas dari rumah, hampir semuanya beralih ke online. Kita semua menyesuaikan diri dan segera, ada lebih banyak istilah yang disertai dengan kata “dari rumah”; bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, yoga dari rumah, dan lain sebagainya. Namun bagaimana dengan pameran? Meskipun pandemi telah melanda dunia sejak tahun lalu, kita telah melihat komunitas-komunitas seni dan desain saling mendukung dalam suka dan duka. Para penyelenggara acara yang tidak lagi dapat menyambut tamu di situs fisik mereka mentransformasi industri di seluruh dunia kepada pameran virtual/online. Kita semua telah belajar dan menemukan cara baru untuk bertahan dan berkembang. Kita semua beradaptasi. Kita semua berubah.

Tahun ini, ICAD kembali dengan pameran tahunannya yang ke-11, yang akan kembali berlangsung di venue utamanya (grandkemang Hotel Jakarta), dengan berbagai program tambahan di venue mitranya, dan berbagai instalasi yang menandai tempat-tempat publik di Kemang. Tidak hanya melibatkan pameran dalam arti konvensional, ICAD yang akan berlangsung dari 21 Oktober hingga 28 November 2021, juga akan menampilkan berbagai kegiatan publik, baik secara fisik maupun virtual. Sebagai upaya untuk memperkuat pengalaman ini, ICAD XI juga memperluas koneksinya melalui kemitraan dinamis dengan lembaga-lembaga budaya lokal dan internasional, pers, dan berbagai bisnis terkait gaya hidup. Pameran sendiri akan dikonsentrasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu In Focus (seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia yang diundang), Artis Tamu (seniman dan desainer internasional yang diundang), Next Gen (seniman muda inovatif yang diundang), dan Open Submission.

Tahun ini ICAD XI mengangkat tema “Publik” sebagai elemen yang tak terpisahkan dari seni, memicu perhatian dan diskusi mengenai bagaimana hubungan antara sebuah karya seni dan publiknya dapat saling terkait. Meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna, konsumen, dan penentu tren, ICAD XI mendorong para seniman dan desainer yang berpartisipasi untuk merespons zaman kini melalui ide-ide spekulatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik pasca-pandemi. Sebagai kreator, bagaimana kehidupan di masa depan yang bisa kita bayangkan? Perubahan apa yang dapat kita perkirakan akan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan bagaimana seni dan desain menanggapinya?

Daftar artis dan desainer unggulan ICAD XI:

Seniman Terkemuka:

  1. Arahmaiani
  2. Nindityo Adipurnomo
  3. Eddi Prabandono
  4. Budi Pradono

Seniman Muda Inovatif:

  1. Eldwin Pradipta
  2. Vendy Methodos
  3. Naomi Samara
  4. Irwan Ahmett

Kolektif Seni:

  1. Jatiwangi Art Factory
  2. Forum Sudut Pandang

Warisan Budaya:

  1. BJ Habibie
  2. Irvan A Noe’man

Seniman Internasional:

  1. Charles Lim (Singapore)
  2. Aung Myat Htay (Myanmar)
  3. Takashi Makino (Japan)
  4. Mark Salvatus (Philippines)
  5. Wang Bo (China)

Diana Nazir, Steering Committee, berkata “Pandemi telah berdampak besar pada bagaimana kita semua menjalani kehidupan. Kita dihadapkan pada tantangan dan dipaksa untuk beradaptasi dan berubah. Cara kita bekerja, berkomunikasi, membuat pilihan, dan mencari informasi telah berubah, sebagian besar karena kesediaan kita untuk mengadopsi berbagai alat dan layanan digital baru. Di masa yang akan datang, COVID-19 tidak akan menghilangkan nilai dari pameran tatap muka; melainkan menimbulkan berbagai cara baru untuk mempresentasikannya dengan lebih kreatif.”

Edwin Nazir, Festival Director, berkata “ICAD selalu mengedepankan kolaborasi kreatif sejak pameran pertamanya di tahun 2009. Tahun ini kami memperluas mitra venue kami yang terletak di salah satu lingkungan paling populer di Jakarta Selatan, Kemang. Pameran dan beberapa program publik akan berlangsung secara fisik maupun virtual. Sejalan dengan tema ICAD XI, “Publik”, kami ingin memperkuat pengalaman publik melalui ruang-ruang lainnya untuk memperluas komunitas dan audiens kami.”

Kemang 12730 Guide Maps

Post Terbaru

  • MAXIMA 2022

  • OPTIMALKAN MOMENTUM PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA, GARUDA INDONESIA KEMBALI GELAR GATF 2022, HADIRKAN POTONGAN HARGA HINGGA 80%

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published.