Cara Memahami Segitiga Exposure dalam Fotografi

 Cara Memahami Segitiga Exposure dalam Fotografi
Share To:

Memahami Segitiga Exposure dalam Fotografi –  Apakah Anda tengah tertarik dengan dunia fotografi? Saat pertama kali memiliki atau mengoperasikan kamera, mungkin Anda bingung dan punya banyak pertanyaan dari mana harus memulai.

Menghasilkan sebuah karya foto yang menarik dan unik bukan hal yang sulit, Anda dapat belajar teknik dasar fotografi secara daring melalui platform apa saja.

Hal utama yang perlu Anda pahami ketika hendak memahami dasar ilmu fotografi adalah segitiga exposure. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai segitiga exposure, Anda harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan fotografi dan exposure.

Pengertian Fotografi

Fotografi dapat diartikan sebagai seni menghasilkan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Fotografi sering dipahami sebagai proses melukis atau menulis dengan media cahaya. Secara sederhana, fotografi merupakan aktivitas mengambil gambar melalui kamera untuk menghasilkan karya seni yang dapat dinikmati diri sendiri maupun publik.

Pengertian Exposure

Exposure merupakan fondasi dalam memahami fotografi. Secara sederhana, exposure adalah terang dan gelap dari sebuah foto. Jika foto tampak gelap sering disebut under exposure, sedangkan foto terlalu terang disebut over exposure.

Pada intinya, exposure menunjukan seberapa banyak cahaya yang masuk dalam kamera atau seberapa banyak cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor dalam kamera.

Dalam fotografi, terdapat tiga elemen yang menentukan besarnya nilai exposure. Elemen-elemen tersebut lebih sering dikenal sebagai segitiga exposure yang terdiri dari Aperture, Shutter Speed, dan ISO.

Ketiga elemen tersebut merupakan satu kesatuan, jika Anda mengubah salah satu nilai dari elemen segitiga exposure, maka elemen lain akan terpengaruh.

Misalnya, Anda menaikkan nilai shutter speed menjadi semakin cepat, maka tingkat exposure foto akan menjadi lebih gelap. Untuk mengimbanginya, Anda harus mengubah nilai aperture atau ISO agar exposure yang dihasilkan lebih tepat.

Tidak hanya untuk kamera DSLR atau mirrorless, exposure dapat Anda atur meskipun hanya menggunakan handphone, tablet, kamera saku, dan lain-lain yang Anda miliki.

Elemen Segitiga Exposure

elemen Segitiga Exposure Fotografi

1.      Aperture

Aperture adalah seberapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa kamera. Setiap jenis lensa memiliki aperture minimum dan maksimum yang berbeda-beda. 

Nilai aperture ditunjukan dengan angka F atau f/number. Untuk lensa kit atau lensa bawaan, nilai bukaan bervariasi mulai dari f/1.8 hingga f/11.

Nilai aperture yang semakin besar ditunjukkan dalam nilai f yang kecil pada layar kamera. Jika bukaan atau aperture besar, maka cahaya yang masuk dan mengenai sensor kamera akan lebih banyak, sehingga foto yang dihasilkan lebih terang.

Sebagai contoh, apabila Anda mengatur aperture ke angka rendah (F4 ke bawah), maka hasil yang didapatkan akan lebih bokeh dengan fokus utama pada objek dan latar belakang yang blur.

Agar tidak bingung, Anda dapat mengingat bahwa angka yang semakin rendah menunjukan bukaan yang semakin besar.

Jika Anda menginginkan keseluruhan area yang Anda ambil dalam foto tampak tajam, gunakan angka F yang tinggi. Sebaliknya, jika Anda menginginkan hasil foto yang bokeh dan fokus pada satu objek utama, gunakan angka F yang rendah.

foto dengan aperture tinggi
Contoh foto bokeh dengan aperture tinggi/angka F rendah

2.      Shutter Speed

Shutter Speed adalah kecepatan waktu aperture terbuka dalam menerima cahaya masuk. Semakin lama terbuka, akan semakin banyak intensitas cahaya yang masuk ke dalam film atau sensor. Hasilnya, foto akan terlihat lebih terang.

Shutter Speed dalam kamera diukur dengan satuan ‘S’ atau second dan dinyatakan dalam angka mulai dari 1/500 hingga 1/2. Semakin tinggi angka Shutter Speed, semakin cepat kamera membidik objek dan hasil gambar akan lebih tajam.

Manfaat menggunakan Shutter Speed diantaranya:

  • Dengan kecepatan tinggi, Anda dapat membekukan gerakan. Objek yang Anda bidik seakan-akan terhenti atau beku. Misalnya, Anda memotret orang bermain voli dengan Shutter Speed 1/1000s, foto yang dihasilkan akan terlihat seolah diam tidak bergerak. Padahal orang tersebut bergerak dengan lincah.
shutter speed tinggi
Foto dengan shutter speed tinggi
  • Dengan Shutter Speed rendah, Anda dapat menghasilkan jejak cahaya atau light trails ketika memotret jalan raya atau lalu lintas di malam hari. Shutter Speed yang lambat akan membentuk garis cahaya yang dihasilkan dari lampu-lampu kendaraan yang melintas.

Jika ingin mencoba Shutter Speed rendah, pastikan Anda menggunakan timer atau kabel shutter release agar kamera tidak bergoyang saat kita menekan tombol shutter.

shutter speed rendah
Foto shutter speed rendah

3.      ISO

ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin rendah angka ISO, maka akan semakin gelap pula hasil fotonya.

Sama halnya dengan menaikkan angka ISO, hasil foto akan lebih terang, namun tingkat noise (bintik hitam) pada foto akan semakin banyak. Noise dalam fotografi menunjukan kualitas foto yang sudah mulai kehilangan detailnya.

Guna mendapatkan gambar yang jernih, atur cahaya buatan atau alami (cahaya matahari) dengan baik agar nilai ISO yang digunakan tidak perlu terlalu tinggi.

Terkadang, ada beberapa kondisi dimana Anda mau tidak mau harus menggunakan ISO tinggi, seperti foto untuk sebuah acara dalam ruangan remang, foto produk dalam ruangan tanpa flash eksternal, lensa yang memang memiliki bukaan kecil, dan sebagainya.

Anda tidak perlu takut menggunakan ISO tinggi, Anda dapat mengaktifkan fitur Noise Reduction pada pengaturan, atau menggunakan aplikasi editing seperti Lightroom, Photoshop, dll untuk memperbaiki kualitas foto Anda.

perbandingan iso rendah dan tinggi
perbandingan iso rendah dan tinggi

Itulah beberapa bahasan untuk memahami segitiga exposure yang dalam fotografi. Untuk Anda yang baru akan terjun ke dunia fotografi, mulailah berlatih memotret objek dengan mode manual.

Mengatur segitiga exposure akan melatih sense Anda untuk mengetahui lokasi, waktu, dan teknik pengambilan gambar yang tepat.

Meski belum memiliki kamera, Anda dapat mencoba dari smartphone yang memiliki mode fotografi manual atau pro dengan segitiga exposure yang dapat Anda atur sendiri lho!

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda? Baca juga artikel lain seputar digital marketing, event, dunia kerja, dan tips-tips lainnya di eventjournal.id!

Penulis: Annisa Aprilia
Editor: Kurnia Alif

Post Terbaru

  • Griyasis, Dukung Percepatan Teknologi Lewat Pengadaan Server dan IT Solution

  • Gandeng LOKET, Kreator Drive-in Senja Luncurkan Wahana Live Experience Baru “Dunia Mencekam”, Hadirkan Pop-Culture Horror Jepang Era Kini

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *