Mengenal Virtual Support Group Kesehatan Mental

 Mengenal Virtual Support Group Kesehatan Mental
Share To:

Support group kesehatan mental – Saat ini, pembahasan terkait kesehatan mental bukanlah hal yang tabu di masyarakat. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang yang merasa kesulitan untuk menceritakan beban mentalnya, maka dari itu support group dibuat sebagai salah satu bentuk dukungan bagi para penderita gangguan mental.

PENJELASAN SUPPORT GROUP KESEHATAN MENTAL

Kesehatan mental adalah aspek terpenting pada kehidupan seorang manusia. Seluruh aktivitas yang dilakukan akan dirasa berat dan rentan menyebabkan stress jika mental tidak dalam kondisi yang baik. 

Menjaga mental tetap pada kondisi yang stabil adalah hal yang sulit bagi sebagian orang. Berbagai kejadian di kehidupan masing-masing dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang dengan memberi dampak yang berbeda-beda.

PENGERTIAN SUPPORT GROUP

Melihat masih banyak orang yang berada dalam cengkraman depresi atau gangguan mental lainnya yang mengalami kesulitan untuk bercerita pada lingkungan sekitar, maka dibutuhkan aksi yang lebih besar untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental.

Ketika awareness sudah meningkat tetapi lingkungan sekitar masih acuh, maka penderita gangguan mental pun akan terus bertambah.

Oleh karena itu, support system sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban para penderita yang sedang berperang dengan gangguan mentalnya. 

Support system adalah orang-orang di sekitar penderita yang dapat mendampingi serta memberikan rasa aman dan nyaman. Dengan adanya support system, para penderita dapat bercerita dan tidak merasa sendiri dalam melawan deritanya.

Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua penderita memiliki support sytem yang dapat mengerti dan memahami gangguan mental yang sedang dialami.

Sebagian masyarakat masih meragukan bahkan menyangkal adanya gangguan mental. Selain itu, pandangan masyarakat yang langsung mengasosiasikan para penderita dengan sebutan “orang gila” pun masih terus berkembang.

Oleh sebab itu, support group kesehatan mental berperan besar untuk menyalurkan bantuan bagi para penderita yang tidak memiliki support system yang cukup.

Baca juga: 5 Ide Team Building Online saat Kerja di Rumah

Support group kesehatan mental adalah suatu rangkaian acara dimana para penderita gangguan mental dapat berkumpul dan saling bercerita terkait kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi tanpa merasa dihakimi.

Umumnya, rangkaian acara support group kesehatan mental diadakan dalam beberapa sesi pertemuan yang dibagi dalam beberapa hari. Namun saat ini, dengan banyaknya inovasi platform online, support group kesehatan mental dapat diselenggarakan secara virtual.

Kegiatan support group kesehatan mental secara offline biasanya diselenggarakan dalam 6-8 sesi dan dibagi dalam beberapa hari. Sedangkan untuk virtual support group biasanya diselenggarakan dalam 4 sesi melalui platform Zoom atau lainnya dan diselenggarakan dalam kurun waktu 1-3 hari.

KEGIATAN VIRTUAL SUPPORT GROUP

Alternatif kegiatan virtual support group sangat membantu para penderita gangguan mental yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Karena diselenggarakan melalui platform online, para penderita dengan mudah dapat menghadiri rangkaian sesi support group.

Lalu apa saja kegiatan di rangkaian sesi virtual support group kesehatan mental? Yuk, simak!

  1. Saling berkenalan dan bercerita dengan para anggota support group kesehatan mental

Umumnya, pada sesi 1 dan 2, para peserta dipersilahkan oleh fasilitator untuk saling memperkenalkan diri dan menceritakan masalah mental yang sedang dialami.

Memang sulit pada awalnya untuk menceritakan masalah mental yang dialami pada orang-orang baru. Tetapi dengan adanya sesi perkenalan, para peserta dapat mencoba untuk membuka diri dan bercerita pada orang lain.

Sesi perkenalan dan saling bercerita memang diberikan waktu yang lebih banyak hingga 2 sesi karena diharapkan peserta dapat menemukan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa takut akan hinaan orang lain terkait masalah mentalnya.

Baca juga: Campaign Volunteer Ngapain Aja? Ketahui Arti dan Tugasnya

Selain itu, para peserta juga dapat menceritakan permasalahan mentalnya dengan lebih rinci sehingga beban yang dipikul dapat berkurang.

Dengan diberikan waktu yang cukup, para peserta dapat membentuk suatu kelompok yang didasari rasa aman dan nyaman untuk saling bercerita.

  1. Sesi berbagi saran oleh fasilitator dan konselor terlatih atau psikiater

Setelah para peserta saling berkenalan dan menceritakan beban pikiran, tibalah di sesi 3 saat fasilitator dan peserta berbagi pendapat atau sharing.

Disini para fasilitator tidak berperan sebagai guru melainkan sebagai teman yang sedang berbagi pendapat atas pengalaman yang pernah dialami. 

Umumnya, pada sesi ini akan dihadirkan konselor terlatih atau psikiater yang berpengalaman untuk berbagi nasihat dan motivasi pada para peserta. Sehingga, para peserta juga mendapat informasi bermanfaat yang dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dalam kegiatan virtual support group kesehatan mental, para fasilitator biasanya menyiapkan beberapa games seperti board game untuk menjalin komunikasi yang interaktif dan menghilangkan rasa canggung antar peserta.

  1. Penutup acara

Pada akhir acara, fasilitator akan merangkum semua informasi dari sesi sharing sebelumnya. Selanjutnya, fasilitator dan para profesional akan memberikan motivasi untuk meyakinkan para peserta bahwa gangguan mental yang dialami bukanlah suatu hal aneh yang membedakan para penderita dengan lingkungan sekitarnya.

Setelah sesi motivasi berakhir, maka biasanya para profesional akan berbagi tips untuk menjaga kesehatan mental dan meminta para peserta untuk saling bekerja sama untuk menjaga kesehatan mental satu sama lain ketika kegiatan virtual support group selesai.

Para peserta juga akan diajak meditasi untuk menenangkan diri dan fokus untuk berpikir lebih positif tentang kehidupannya. Diharapkan dengan melakukan meditasi, para peserta dapat menghilangkan rasa rendah diri akibat stigma yang telah diberikan oleh lingkungan sekitarnya.

Selain itu, para peserta juga diminta untuk mengisi link feedback terkait rangkaian acara virtual support group yang telah terlaksana. 

Dengan adanya feedback, para fasilitator akan mengetahui bagaimana kesan para peserta selama mengikuti virtual support group sehingga dapat menyelenggarakan acara dengan lebih baik lagi. Para peserta juga dapat berpendapat tentang informasi yang didapat selama mengikuti rangkaian acara.

Penulis: Resha Naura
Editor: Kurnia Alif

Post Terbaru

  • Griyasis, Dukung Percepatan Teknologi Lewat Pengadaan Server dan IT Solution

  • Gandeng LOKET, Kreator Drive-in Senja Luncurkan Wahana Live Experience Baru “Dunia Mencekam”, Hadirkan Pop-Culture Horror Jepang Era Kini

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *