Peralatan dan Tips Setting Kamera Untuk Foto Wedding

 Peralatan dan Tips Setting Kamera Untuk Foto Wedding
Share To:

Tips Setting Kamera Untuk Foto Wedding –  Bagi seorang fotografer yang ingin mencoba wedding photography, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah berbagai peralatan fotografi pernikahan.

Peralatan yang digunakan untuk jenis pemotretan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan peralatan untuk jenis fotografi lainnya.

Sebagai pemula, Anda tidak perlu kebingungan harus menyiapkan apa saja. Artikel ini akan membantu Anda menentukan beberapa peralatan wajib yang dibutuhkan saat melakukan pengambilan foto wedding serta tips dan trik setting kamera untuk wedding photography.

Peralatan Wajib Untuk Foto Wedding

1.      Kamera Utama dan Kamera Cadangan

kamera cadangan untuk foto wedding

Sumber: teknorus.com

Paling tidak, Anda perlu menyiapkan dua kamera yakni kamera utama dan kamera cadangan. Kamera cadangan adalah hal yang sangat penting untuk Anda persiapkan.

Jika terjadi suatu masalah pada kamera utama, maka proses foto akan tetap berjalan sesuai jadwal karena Anda membawa kamera cadangan.

Sebisa mungkin, gunakan kamera SLR atau DSLR agar gambar dapat diproses melalui peralatan cuci cetak sehingga menjadi karya foto di atas kertas.

Untuk kebutuhan fotografi pernikahan, beberapa fotografer merekomendasikan penggunaan kamera DSLR seperti Nikon, Canon, Pentax, Sony, dan lain-lain.

2.      Lensa Zoom Medium Class

lensa cadangan untuk foto wedding

Sumber: plazakamera.com

Pilih lensa yang tepat dengan fitur wide serta perspektif yang tajam. Sebagai referensi, Anda dapat menggunakan lensa 24-70 f2.8 dengan focal length yang cocok untuk foto wedding dan foto jurnalistik.

3.      Lensa Tele

Sumber: refocusimaging.com

Untuk mengambil gambar dari kejauhan seperti momen-momen seremonial, Anda akan membutuhkan lensa yang panjang.

Umumnya, wedding photographer akan berdiri dari sisi samping atau depan panggung dan mengambil jarak yang cukup jauh dari panggung utama agar tidak menghalangi tamu undangan.

Agar lebih leluasa dalam mengambil gambar, lensa 70 – 200mm dapat Anda gunakan untuk close up.

4.      Lensa Wide dan Lensa Fix

Sumber: techno.id

Meski bukan perlengkapan utama, lensa wide dapat mengakomodir Anda untuk menghasilkan foto dengan suasana pesta yang detail.

Sementara itu, lensa fix akan membantu Anda menghasilkan gambar dengan kualitas baik serta Depth of Field (DoF) yang memukai walau di tempat yang kurang cahaya.

Beberapa jenis lensa yang sering digunakan untuk fotografi pernikahan profesional adalah Lensa Fix (50mm), Lensa Ultra Wide Lens (8mm – 20mm), Wide Lens (20mm – 35mm), dan Standar Lens (35mm – 105mm)

5.      Flash Eksternal

setting flash kamera untuk foto wedding

Sumber: idntimes.com

Flash speedlight atau flash eksternal akan sangat berguna jika Anda melakukan fotografi pernikahan di ruang indoor yang redup, tempat yang relatif gelap atau di malam hari.

Meski flash internal sudah ada dalam kamera, kebanyakan fotografer akan menggunakan flash eksternal untuk pengambilan foto wedding dalam kondisi yang tidak memungkinkan.

Flash eksternal juga berfungsi untuk menerangi objek, menghasilkan pencahayaan yang merata, memuncukan kesan warna putih dan halus, dan lain sebagainya.

6.      Kartu Memori dan Baterai Cadangan

memori cadangan untuk foto wedding

Sumber: suara.com

Selalu mempersiapkan kartu memori dan baterai yang banyak, bahkan lebih dari yang Anda butuhkan. Untuk wedding photography, biasanya akan memakan ruang simpanan memori sebesar 50-100 GB.

Baterai juga diperlukan baik untuk kamera maupun flash. Pastikan baterai-baterai yang Anda bawa sudah terisi penuh sebelum acara pernikahan dimulai.

7.      Payung Reflektor

payung reflektor untuk foto

Sumber: jakartanotebook.com

Jika Anda membutuhkan kekuatan cahaya yang besar dari flash eksternal, gunakan payung reflektor.

Benda ini akan mendorong cahaya menyinari area objek foto yang lebih luas sehingga foto yang dihasilkan semakin baik kualitasnya. Efek yang dihasilkan adalah cahaya yang lembut dan luas.

Biasanya, fotografer aka mengontrol dan menentukan arah serta posisi payung dengan objek foto.

8.      Tripod dan Monopod

tripod untuk foto wedding

Sumber: bukareview

Fungsi utama dari kedua benda ini adalah untuk menopang badan kamera. Penggunaan tripod dan monopod akan meminimalisir efek blur dan tidak fokus dalam pemotretan saat menggunakan kecepatan rendah.

Dengan alat ini, Anda dapat membuat kamera tetap berdiri tegak, stabil, dan kuat sehingga tidak goyang.

9.      Cleaning Kit dan Lens Hood

pembersih kamera

Sumber: jakartanotebook.com

Selama pemotretan, lensa kamera berpotensi menjadi kotor dan meninggalkan noda pada hasil foto karena lensa tertutup noda.

Cleaning kit dapat Anda gunakan untuk membersihkan noda-noda tersebut. Sedangkan lens hood berguna untuk menjaga foto Anda tetap halus dari cahaya berlebih yang masuk melalui sisi-sisi samping lensa.

Tips Setting Kamera Untuk Fotografi Wedding

1.  Pakai Mode M

Masing-masing kamera memiliki mode yang beragam. Namun untuk fotografi pernikahan, pilihlah Mode M.

Mode ini akan membantu pengambilan foto terutama foto bersama keluarga yang cukup ramai. Pengaturan mode M dapat Anda ubah sesuai dengan yang Anda inginkan.

2.      Gunakan Lensa Tele

Setelah menyiapkan lensa Tele, gunakan lensa tersebut agar Anda lebih aman menangkap momen dari sudut manapun tanpa mengganggu kesakralan acara.

Tipe lensa Tele yang sesuai untuk fotografi pernikahan adalah lensa dengan focal length 200mm dan aperture luas. Anda juga dapat menggunakan lensa Tele Prime dengan focal length 50mm.

Jenis lensa ini akan menghasilkan intensitas yang maksimum pada situasi sinar yang sedikit.

3.      Setting ISO

Sebagai fotografer Anda pasti telah memahami segitiga exposure dalam fotografi. Pemahaman tersebut dibutuhkan pada lokasi pernikahan yang minim cahaya, salah satunya adalah pengaturan ISO.

Hal tersebut wajib dicermati sebagai dasar pengambilan foto, tinggikan ISO pada kondisi cahaya yang sedikit agar hasil gambar tidak blur dan mudah diedit.

Sebisa mungkin, tetap gunakan ISO terendah. Setelah mengatur ISO, Anda dapat melakukan percobaan beberapa kali dengan memotret menggunakan kamera hingga menemukan pengaturan yang paling pas.

4.      Gunakan Lensa Zoom 

Untuk menciptakan foto terbaik, gunakan lensa zoom serta aperture yang pas agar Anda dapat mengambil foto dari jarak jauh dengan intensitas pencahayaan yang pas.

Sebagai contoh rekomendasi, Anda dapat mencoba lensa zoom keluaran Canon dengan focal length 24mm – 70mm.

5.      Gunakan Lensa Prime Untuk Portrait Group

Tipe lensa ini umumnya digunakan sebagai lensa untuk prewedding di area outdoor. Anda dapat memakai lensa dengan focal length mulai dari 35mm – 85mm agar gambar yang dihasilkan lebih detail, termasuk fill in frame.

Semua item di atas merupakan peralatan paling umum yang perlu Anda persiapkan sebelum melakukan fotografi pernikahan. Anda dapat praktekan tips setting kamera untuk foto wedding tersebut secara langsung.

Saatnya bagi Anda untuk mencari momen-momen terbaik dalam acara pernikahan!
Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda? Komen di bawah, yuk! Baca juga tips dan trik lain seputar karier, dunia kerja, event, digital marketing, dan lainnya di eventjournal.id!

Penulis: Annisa Aprilia
Editor: Kurnia Alif

Post Terbaru

  • Griyasis, Dukung Percepatan Teknologi Lewat Pengadaan Server dan IT Solution

  • Gandeng LOKET, Kreator Drive-in Senja Luncurkan Wahana Live Experience Baru “Dunia Mencekam”, Hadirkan Pop-Culture Horror Jepang Era Kini

  • TEROBOSAN! Wahid Foundation Luncurkan Modul Panduan Kontra Narasi dan Narasi Alternatif Toleransi dan Perdamian

  • Dimeriahkan oleh Berbagai Lineup dan Tiga Area Interaktif di Dalamnya, Playfest 2021 Capai 150 Ribu Visitor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *